Banyuraden\u2014 Warga masyarakat Dusun Kanoman, Banyuraden menyelenggarakan tradisi Nyadran atau Sadranan bertempat di Makam Gepluk Kanoman pada Kamis, (9\/3) sore. Tradisi yang rutin dilaksanakan saat memasuki bulan Ruwah (Kalender Jawa) atau menyambut bulan Ramadhan tersebut diikuti oleh kurang lebih 200 orang warga Kanoman dan sekitarnya. Tadisi Nyadran yang juga dikenal Ruwahan sendiri merupakan suatu budaya mendoakan leluhur yang sudah meninggal serta sarana mengingatkan diri bahwa semua manusia pada akhirnya akan mengalami kematian, dan juga sebagai sarana melestrikan budaya gotong royong dalam masyarakat sekaligus upaya untuk dapat menjaga keharmonisan bertetangga melalui kegiatan kembul bujono (makan bersama).

Adapun rangkaian acara kegiatan Nyadran di Dusun Kanoman diantarannya disi sambutan oleh Dukuh Kanoman Bapak Jumakir tentang ajakan untuk tetap melestarikan budaya leluhur dan informasi tentang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dilanjutkan pembacaan kalimat toyibah, Doa dan tausiyah oleh Bapak KH Kamdanudin.