Sampah selalu nunpuh di tiang jembatan,.membahayakan kondisi tiang pancang jembatan, bisa sosialisasi utk pembinaan agar tidak membuang sampah disungai.
Ditulis Oleh Anonimus Pada 09 August 2025 16:01:37
test
Test
Ditulis Oleh Anonimus Pada 28 September 2025 19:52:06
sasa
sasa
Ditulis Oleh Anonimus Pada 14 December 2025 23:17:27
Pengen masuk itb jalur snbp
mau masuk institut teknologi bandung jurusan teknik kimia/teknik pertambangan dipertemukan bersama teman teman seru meskipun at the laboratory kelemahan saya yaitu takut salah apabila ada benda pecah jadi setiap tindakan akan membuat diri sendiri nervous/gemeteran atau ovt jika saja saya mendapati kilasan pikiran buruk dari pengalaman diri sendiri.
NYADRAN AGENG KIAI DEMAK IJO JADI RUANG BERDOA DAN GUYUB RUKUN WARGA BANYUMENENG
By admin@banyuraden.id
Nyadran Ageng Kyai Demak Ijo dan Leluhur Banyumeneng berlangsung meriah. Tumplek blek ratusan warga hadir mengikuti acara tersebut untuk berdoa dan ngalap berkah, baik warga lokal Banyumeneng dan sekitar, maupun keluarga ahliwaris leluhur. Turut hadir Ketua DPRD DIY Nuryadi, S.Pd, Paniradya Pati Kaistimewaan DIY, Aris Eko Nugroho, Ketua DPRD Sleman Gustan Ganda, Panewu, Lurah, Pamong, RW, RT serta tamu undangan. Acara berlangsung pada hari Minggu (16\/2) pagi di kompleks Gedung Serbaguna Banyumeneng yang bersebelahan dg Makam Siti Arum Banyumeneng. Prosesi Nyadran Ageng yang dilaksanakan di bulan Ruah atau menjelang Bulan Puasa ini dimeriahkan dengan kirab budaya. Terdiri dari bregada banyu sembodo, kirab gunungan, kirab tumpeng, dan toya wening. Dilanjutkan doa tahlil, singiran, pemotongan tujuh tumpeng, rebutan gunungan, serta tabur bunga di pusara makam Kyai Demak Ijo dan leluhur BanyumenengDukuh Banyumeneng Dymas Alfandy Saputra menjelaskan, Kyai Demak Ijo merupakan tokoh sepuh di Banyuraden. Dia adalah cicit dari Pepatih Dalem Kerajaan Mataram Ki Ageng Juru Mertani patih zaman Panembahan Senopati, raja pertama Mataram Islam. \u201cNisan Kyai Demak Ijo persis dengan nisan yang ada di Pajimatan Imogiri. Menilik waktunya, peradaban di Banyumeneng ini sudah ada sejak 500 tahun silam. Kami sudah melaporkan kompleks makam Kiai Demak Ijo agar ditetapkan sebagai cagar budaya,\u201d ucapnya.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi mengapresiasi acara tersebut. Ia berharap, tradisi budaya ini terus dilestarikan. \u201cAda tiga hal yang bisa dimaknai dalam prosesi ini. Pertama adalah rukun dan guyub masyarakat. Kedua, prosesi kirim doa sebagai pengingat akan kematian. Terakhir adalah bersih makam, sebagai simbol bersih diri memasuki Sasi Pasa.\u201d
Ditambahkan oleh Paniradya Pati Aris Eko Nugroho bahwa Nyadran Ageng Kiai Demak Ijo merupakan modal sosial & potensi yg harus dijaga \u201cTidak semua harus menggunakan dana keistimewaan.